Dari Polongbangkeng untuk Indonesia: Laskar Lipang Bajeng Persembahkan Pertunjukan Kolosal “Tu Polongbangkeng”

Avatar of Gema Raya
file 0000000085a88207a4cf975333f35b99

GEMARAYA, Takalar – Semangat perjuangan bangsa akan kembali bergema dari Kabupaten Takalar. Dalam rangka menyemarakkan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Laskar Lipang Bajeng akan mempersembahkan pertunjukan kolosal bertajuk “Tu Polongbangkeng”, sebuah perpaduan mutilog, tari, musik kontemporer, dan teater tradisi yang mengangkat kisah heroik perjuangan masyarakat Polongbangkeng dalam mempertahankan kemerdekaan.

Pertunjukan akan digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 20.00 WITA hingga selesai, di Lapangan Lanto Dg. Siriwa, Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Mengusung tema “Menghidupkan Sejarah Melalui Seni”, pertunjukan ini menghadirkan perjalanan emosional tentang keberanian rakyat Polongbangkeng yang berjuang mempertahankan tanah air, menjaga lumbung pangan rakyat, serta merawat adat dan jati diri bangsa di tengah masa revolusi.

Dalam bahasa Makassar, mutilog berarti bercerita. Melalui karya ini, sejarah tidak hanya disampaikan lewat kata-kata, tetapi dihidupkan melalui gerak, musik, dialog, dan visual panggung yang memadukan kekuatan tradisi dengan sentuhan artistik kontemporer.

Puluhan seniman, budayawan, pemuda, dan anggota Laskar Lipang Bajeng akan menghadirkan sebuah pertunjukan yang menggambarkan denyut kehidupan masyarakat serta semangat perjuangan para leluhur dalam mempertahankan kehormatan tanah kelahirannya.

Ketua Panitia, Aan Syafwan Dg. Temba, mengatakan bahwa pertunjukan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang sekaligus upaya menjaga warisan sejarah agar tetap hidup di tengah generasi masa kini.

“Kami ingin sejarah tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan. Melalui seni, kami mengajak masyarakat mengenal kembali perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan bangsa.”

Sementara itu, Ayyub Ricky Safri Ranggong menegaskan bahwa semangat perjuangan Tu Polongbangkeng tidak boleh padam oleh waktu.

“Kami, anak cucu, sedang menghidupkan kembali napas Tu Polongbangkeng. Raganya boleh larut dalam sejarah, tetapi baranya menolak padam. Jangan bungkam Tu Polongbangkeng, karena dari tanah inilah dimulai pemberontakan.”

Ketua Laskar Lipang Bajeng menambahkan bahwa pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang refleksi bersama tentang arti kemerdekaan.

“Kemerdekaan bukanlah hadiah. Ia lahir dari keberanian, pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air. Melalui pertunjukan ini, kami ingin mengajak masyarakat kembali menghargai jasa para pendahulu sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap sejarah dan budaya daerah.”

Lebih dari sekadar sebuah pementasan seni, “Tu Polongbangkeng” adalah ikhtiar untuk menghubungkan masa lalu dengan masa depan, menghadirkan kembali nilai-nilai perjuangan dalam bahasa seni yang dapat dipahami oleh seluruh generasi.

Laskar Lipang Bajeng mengundang seluruh masyarakat Takalar, Sulawesi Selatan, serta para pecinta seni, budaya, dan sejarah dari berbagai daerah untuk hadir menjadi bagian dari malam bersejarah ini.

Satu Malam. Satu Panggung. Satu Semangat.

Mari hadir pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 20.00 WITA di Lapangan Lanto Dg. Siriwa, Takalar. Saksikan bagaimana sejarah kembali hidup melalui tari, musik, dan tutur yang menggugah jiwa. Karena bangsa yang besar bukan hanya mengenang sejarahnya, tetapi juga merawat dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.

Dari Polongbangkeng untuk Indonesia. Dari sejarah untuk masa depan. (*)