GEMARAYA, Takalar – Desa-desa di Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Sejumlah desa di kawasan kepulauan tersebut berhasil meraih Penghargaan Sektoral Label Keanekaragaman Hayati dari Small Islands Organization (SMILO), organisasi internasional yang berbasis di Prancis dan bergerak dalam pengembangan serta pengelolaan pulau-pulau kecil berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, para kepala desa di Kepulauan Tanakeke dijadwalkan menghadiri seremoni penganugerahan yang akan berlangsung di Pulau Gorée, Senegal, Afrika Barat, pada November 2026.
Penghargaan ini menjadi pengakuan dunia atas komitmen masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, serta mengembangkan tata kelola pulau kecil yang berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk pendampingan yang dilakukan oleh Blue Forests melalui pelatihan, penguatan kapasitas masyarakat, dan pembinaan dalam pengelolaan ekosistem pesisir, hutan mangrove, serta sumber daya alam pulau-pulau kecil.
Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penghargaan internasional yang diraih desa-desa di Kepulauan Tanakeke. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti bahwa pembangunan yang berpihak pada pelestarian lingkungan mampu menghasilkan pengakuan di tingkat global.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Takalar dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah desa, masyarakat Kepulauan Tanakeke, serta seluruh mitra yang telah bekerja keras menjaga kelestarian lingkungan. Penghargaan dari SMILO ini merupakan kehormatan bagi Takalar dan menjadi bukti bahwa komitmen terhadap pelestarian alam dapat mengantarkan daerah kita memperoleh pengakuan internasional,” ujar Firdaus Daeng Manye.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus memperkuat kebijakan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus menjaga mangrove, ekosistem laut, dan keanekaragaman hayati sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. Kami akan terus membangun sinergi dengan pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi lingkungan agar Kepulauan Tanakeke menjadi contoh pengelolaan pulau kecil yang berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” tambahnya.
Penghargaan dari SMILO diharapkan semakin memperkuat posisi Kepulauan Tanakeke sebagai kawasan yang berhasil mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Capaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah-daerah kepulauan lainnya di Indonesia dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. (*)







