Pemadaman Listrik Takalar Ganggu UMKM, Pendapatan Tertekan

GEMARAYA, Takalar – Pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir mulai dikeluhkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Takalar.

Gangguan pasokan listrik disebut menghambat operasional usaha yang bergantung pada listrik untuk menjalankan aktivitas produksi maupun pelayanan kepada pelanggan.

Sejumlah pelaku usaha lokal mengaku harus menghadapi terhentinya aktivitas ketika aliran listrik padam. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi pendapatan harian, terutama bagi usaha yang membutuhkan listrik secara langsung dalam proses produksinya.

Salah satu pelaku usaha kecil di Takalar mengatakan listrik telah menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan usahanya.

“Listrik ini sudah jadi kebutuhan pokok buat usaha kami. Kalau mati mendadak dan bergilir seperti ini, produksi terhenti total. Pendapatan harian merosot tajam, padahal dapur harus tetap ngebul,” ujar pelaku usaha tersebut, Kamis (3/9/2026).

Keluhan tersebut menggambarkan dampak langsung pemadaman terhadap aktivitas usaha. Namun, belum tersedia data yang dapat mengukur secara pasti besaran penurunan pendapatan UMKM di Takalar akibat pemadaman tersebut.

Karena itu, dampak ekonomi dalam pemberitaan ini masih berdasarkan pengalaman dan keluhan pelaku usaha, bukan angka kerugian keseluruhan UMKM di Kabupaten Takalar.

Pemadaman bergilir memang tengah berlangsung di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Laporan pada 3 September 2026 menyebut PLN melakukan pemadaman bergilir dengan durasi sekitar satu hingga empat jam di sejumlah wilayah sebagai bagian dari pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan.

PLN UID Sulselrabar sebelumnya menjelaskan bahwa pemeliharaan infrastruktur dilakukan untuk mengoptimalkan performa serta meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.

Pengaturan beban dilakukan secara bertahap agar keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga.

Informasi yang tersedia juga menunjukkan bahwa wilayah kerja PT. PLN (Persero) ULP TAKALAR berada di Kabupaten Takalar, sehingga koordinasi dan informasi jadwal pemadaman menjadi relevan bagi pelanggan di wilayah tersebut.

Bagi UMKM yang aktivitas produksinya menggunakan peralatan listrik, pemadaman dapat membuat kegiatan usaha harus berhenti sementara.

Situasi tersebut menjadi lebih penting bagi usaha yang memiliki aktivitas produksi atau pelayanan dengan waktu operasi terbatas. Ketika listrik padam secara mendadak, pelaku usaha juga dapat mengalami gangguan terhadap jadwal produksi dan pelayanan.

Meski demikian, belum ada data resmi yang menunjukkan jumlah UMKM Takalar yang terdampak maupun total nilai kerugian ekonomi akibat pemadaman.

Pemadaman di Sulawesi Selatan disebut berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan infrastruktur dan pengaturan beban sistem. PLN menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga serta meningkatkan keandalan pasokan listrik.

Di sisi lain, pemberitaan terbaru menyebut PLN menargetkan kondisi sistem kelistrikan Sulselrabar membaik pada awal September.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menyampaikan kapasitas pembangkit yang sedang dalam proses pemulihan diharapkan dapat kembali mendukung sistem, termasuk tambahan sekitar 125 MW yang ditargetkan pulih paling lambat 5 September 2026.

Bagi masyarakat dan pelaku UMKM Takalar, perkembangan pemulihan pasokan listrik menjadi penting karena kepastian waktu operasional berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.