Dari Karepattoddo, Mursalim Menjemput Asa di Arena Takraw

Mursalim atlet sepak takraw muda asal Takalar saat menjalani latihan
Mursalim, atlet sepak takraw muda asal Takalar, saat menjalani aktivitas latihan.

GEMARAYA, Takalar – Sepak takraw awalnya hanya permainan yang dikenalkan teman-teman sekolah kepada Mursalim. Dari Dusun Karepattoddo, Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur (Poltim), permainan itu perlahan menjadi jalan yang membawanya menembus batas kampung.

Lahir 30 Mei 2010, Mursalim merupakan anak tunggal pasangan Abdullah Dg Kila dan Nurbaya Dg Ngasseng. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya ibu rumah tangga.

Mursalim menempuh pendidikan di SD Inpres Jambua, kemudian SMP Negeri 4 Polut. Dari bangku sekolah, minatnya terhadap sepak takraw tumbuh. Ia kemudian mengikuti sejumlah pertandingan, termasuk Porda tingkat SMP di Sudiang dan Bantaeng.

Kini, Mursalim duduk di kelas XI SMANKO (Sekolah Khusus Keterbakatan Olahraga) Sudiang – Makassar. Pendidikan dan pembinaan olahraga dijalaninya bersamaan.

Kesempatan lebih besar kembali datang. Mursalim dipercaya mewakili Kabupaten Takalar pada Porprov di Bone dan Soppeng, November 2026.

Bagi Mursalim, kepercayaan itu bukan sekadar kesempatan bertanding. Ada keluarga yang ingin dibanggakan dan nama daerah yang ingin dijaga.

“Saya sangat bangga dan bahagia ketika mendapat kepercayaan mewakili Takalar. Saya ingin membahagiakan dan menjadi kebanggaan orang tua serta keluarga yang selama ini selalu memberi dukungan dan doa. Tentunya saya juga ingin memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Takalar,” kata Mursalim.

Bagi Abdullah, keberhasilan anaknya menjadi kebanggaan tersendiri. Dari keluarga sederhana dan tinggal cukup jauh dari pusat kota, ia melihat putranya kini mendapat kesempatan membawa nama daerah.

“Kami sangat bangga. Kami keluarga sederhana dan tinggal cukup jauh dari kota. Ketika Mursalim mendapat kesempatan mewakili Takalar, tentu menjadi kebahagiaan bagi kami sebagai orang tua,” tutur Abdullah.

Pesannya kepada sang anak sederhana.

“Jadilah anak kebanggaan orang tua. Tetap semangat, jangan mudah menyerah, dan harumkan nama Takalar,”pesannya.

Dari Karepattoddo, Mursalim kini menatap arena yang lebih luas. Bola takraw yang dulu dikenalnya dari teman-teman sekolah telah membawanya sampai ke panggung pembinaan olahraga.

November nanti, ia akan kembali melangkah. Membawa nama Takalar, doa keluarga, dan satu tekad: memberikan yang terbaik untuk daerah yang ia cintai. [D’Kawang]