GEMARAYA – Takalar – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bertemu masyarakat dan para petani tebu dalam sebuah kegiatan yang dihadiri sejumlah unsur masyarakat serta pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, Firdaus menyampaikan bahwa ia terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir dan menunggu sejak pagi, di Dusun Balla borong, Desa Barugaya, Kec. Pol-Tim, Kab. Takalar.
Firdaus mengatakan pertemuan itu menjadi kesempatan untuk mendengar secara langsung aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya para petani tebu. Ia juga menyatakan akan terus berupaya memperjuangkan kepentingan masyarakat demi kemajuan sektor pertanian di Takalar.
“Saya sangat senang bisa bertemu dengan masyarakat. Ketika sampai di sini dan melihat antusiasme bapak dan ibu sekalian, saya merasa terharu,” ujar Firdaus dalam sambutannya. Selasa (08/09/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Firdaus turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir serta Wardi yang datang sebagai perwakilan PTPN. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang meluangkan waktu untuk mengikuti pertemuan.
Ketua Poros Rakyat Kabupaten Takalar Daeng Rangka turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Takalar secara langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, terdapat empat kelompok tani dengan jumlah anggota lebih dari 600 orang yang mengikuti kegiatan tersebut.
Daeng Rangka mengatakan kehadiran Bupati Takalar memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Salah seorang masyarakat yang hadir juga menyebut pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk menyampaikan keluhan petani tanpa perantara.
Sebagai bentuk penghargaan, Gapoktan Cinta Damai Sejahtera (CDS) Takalar menyerahkan cendera mata berupa sebilah keris kepada Firdaus Daeng Manye. Pertemuan tersebut juga dihadiri unsur pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa Barugaya, perwakilan PTPN, pengurus Gapoktan CDS, serta para ketua kelompok tani tebu.
Bagi masyarakat yang hadir, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan petani secara langsung kepada kepala daerah. Dampak lebih lanjut dari aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut belum diketahui berdasarkan informasi yang tersedia. [D’Kawang]







