GEMARAYA, Takalar – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Takalar resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, H. Solihin, di MA Pesantren Al-Qamar Bajeng, Senin, 7 September 2026.
Sebanyak 473 peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Takalar mengikuti kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kabupaten Takalar, Mohammad Yahya, mengatakan para peserta berasal dari berbagai madrasah di Kabupaten Takalar. Ia menyebut OMI menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun semangat berkompetisi secara sehat.
Bagi H. Solihin, OMI tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan potensi siswa dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan serius serta menjunjung sportivitas, kejujuran, dan semangat berprestasi. Nilai tersebut diharapkan turut membentuk karakter peserta didik, tidak hanya mengejar hasil kompetisi.
Di MA Pesantren Al-Qamar Bajeng, pelaksanaan OMI berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan peserta dari tiga jenjang pendidikan madrasah.
Kepala MTs Al-Qamar, Hj. Asriani, mengatakan sekolahnya mengikutsertakan sembilan siswa yang berkompetisi pada mata pelajaran IPA, IPS, dan Matematika.
“Peserta didik kami yang mengikuti OMI sebanyak sembilan orang. Mereka mengikuti tiga mata pelajaran, yaitu IPA, IPS, dan Matematika,” ujar Hj. Asriani.
Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menekankan pentingnya pendidikan madrasah yang tidak hanya memperkuat kemampuan intelektual, tetapi juga nilai agama, akhlak, kepedulian terhadap lingkungan, dan kompetensi menghadapi tantangan masa depan.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya diisi dengan pengetahuan, tetapi hatinya tidak diisi dengan nilai agama. Apa pun yang kita transfer kepada anak-anak harus membawa mereka kepada kecintaan kepada Allah SWT,” ujar Ali Yafid.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Tema tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan pendidikan madrasah yang menghubungkan talenta akademik dengan nilai keislaman, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan. [Diman]







