GEMARAYA, Takalar – Biasanya, antrean panjang identik dengan SPBU. Namun, pemandangan berbeda terlihat di sepanjang Jalan Poros Gowa – Takalar. Penjual BBM eceran yang biasa disebut masyarakat Pertamini pun ikut dipadati pengendara.
Motor datang silih berganti. Pengendara harus menunggu giliran untuk mendapatkan BBM. Pertamini rasa Pertamina, begitulah gambaran yang terlihat di tengah kondisi BBM yang mulai sulit diperoleh.
Bagi masyarakat, BBM merupakan kebutuhan penting untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Ada yang menggunakannya untuk bekerja, berdagang, mengantar keluarga hingga menempuh perjalanan antardaerah.
Ketika BBM sulit didapat, penjual eceran menjadi salah satu pilihan. Tak heran jika tempat yang biasanya menjadi alternatif itu kini ikut dipenuhi antrean.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM. Antrean tidak hanya terjadi di SPBU, tetapi juga merambah hingga ke pinggir jalan.
Masyarakat berharap kondisi pasokan BBM segera kembali normal. Sebab, bagi mereka, mendapatkan BBM bukan sekadar soal mengisi tangki kendaraan, tetapi juga soal memastikan aktivitas dan pekerjaan tetap berjalan.
Di Jalan Poros Gowa – Takalar, antrean itu akhirnya menjadi cerita tersendiri: ketika BBM dibutuhkan, Pertamini pun terasa seperti Pertamina. [D’Kawang]







