KNPI Sulsel Gandeng Bea Cukai Makassar, Perkuat Literasi Kepabeanan dan Buka Peluang Ekspor bagi Pemuda

Avatar of Gema Raya
K. One 20260806 095052 0000

Makassar, GEMARAYA – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan menjajaki kolaborasi strategis dengan Bea Cukai Makassar untuk memperkuat literasi kepabeanan, ekspor-impor, dan pemberdayaan generasi muda. Sinergi tersebut diharapkan membuka ruang edukasi sekaligus memperluas wawasan pemuda terhadap peluang ekonomi yang lahir dari perdagangan internasional.

Komitmen itu mengemuka dalam kunjungan silaturahmi jajaran pengurus KNPI Sulsel ke Kantor Bea Cukai Makassar di Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun kemitraan antara organisasi kepemudaan dan instansi pemerintah melalui program-program edukatif yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Ketua DPD KNPI Sulsel, Hj. Vonny Ameliani Suardi, mengatakan pihaknya ingin memastikan kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada seremoni kelembagaan, melainkan berlanjut dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi pemuda dan masyarakat.

“KNPI Sulsel berharap kolaborasi dan sinergi ini mampu membangun semangat pemuda untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami ingin menghadirkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi kemajuan pemuda di Sulawesi Selatan,” ujar Vonny, Rabu (5/8).

Menurutnya, pemuda perlu dibekali wawasan yang lebih luas mengenai potensi ekonomi, termasuk memahami mekanisme perdagangan internasional dan peran strategis kepabeanan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Ketua Bidang Pajak dan Kepabeanan KNPI Sulsel, Muhibul Haq, menambahkan organisasi yang dipimpinnya siap menjadi mitra strategis Bea Cukai dalam memperluas pemahaman generasi muda mengenai kepabeanan dan perpajakan.

Kolaborasi tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui seminar, sosialisasi, pelatihan literasi ekspor-impor, hingga program pemberdayaan yang melibatkan pelaku usaha, akademisi, dan komunitas kepemudaan.

“Pertemuan ini kami harapkan menjadi awal terbentuknya ruang kolaborasi yang lebih luas. Edukasi kepabeanan penting agar semakin banyak pemuda memahami peluang usaha, perdagangan internasional, serta kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi,” kata Muhibul.

Dari pihak Bea Cukai Makassar, rombongan KNPI Sulsel diterima Cahya Nugraha, Mahendra Dahoklory selaku Kepala Seksi Intelijen Bidang Penindakan dan Penyidikan, serta Muhammad Amaluddin, Kepala Seksi Penindakan I Bidang Penindakan dan Penyidikan.

Bea Cukai Makassar menyambut positif inisiatif tersebut dan berharap KNPI Sulsel dapat menjadi mitra dalam memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai. Sinergi itu juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya kepatuhan di bidang kepabeanan sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang adaptif, berintegritas, dan siap bersaing di era ekonomi global.

Bagi KNPI Sulsel, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pengembangan kapasitas pemuda. Dengan memadukan edukasi, jejaring, dan pemberdayaan, kerja sama ini diharapkan melahirkan program berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan literasi kepabeanan dan ekspor-impor, tetapi juga membuka peluang lahirnya wirausaha muda berorientasi ekspor yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Sulawesi Selatan dan Indonesia.