GEMARAYA, Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat. Salah satu mahasiswa, Muisman dari Fakultas Peternakan, menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan dasar limbah kotoran ternak di Dusun Panong, Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Kamis (29/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Menjadi Pupuk Kompos Organik Guna Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Menjaga Keamanan Pangan” tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para peternak. Tingginya partisipasi warga mencerminkan besarnya minat untuk mempelajari teknik pengelolaan limbah peternakan yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
Dalam pelatihan tersebut, Muisman tidak hanya menyampaikan materi mengenai manfaat pengolahan limbah ternak, tetapi juga mendemonstrasikan secara langsung proses pembuatan pupuk kompos organik. Peserta diajak memahami setiap tahapan pengolahan, mulai dari persiapan bahan hingga menghasilkan kompos yang siap diaplikasikan pada lahan pertanian.
Menurut Muisman, pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi kompos merupakan salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah peternakan. Selama ini, limbah yang tidak dikelola dengan baik kerap menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kebersihan lingkungan permukiman.
Melalui proses pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat diubah menjadi pupuk organik yang mampu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah secara alami. Penggunaan pupuk kompos juga diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Unhas dalam mendorong penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat desa. Selain memberikan solusi terhadap persoalan limbah peternakan, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemandirian peternak serta petani dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui edukasi dan praktik langsung tersebut, mahasiswa KKN Unhas berharap masyarakat dapat mengembangkan pengelolaan limbah peternakan secara mandiri sehingga memberikan manfaat ekonomi, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung terwujudnya keamanan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Desa Baruga. (*)







