Takalar, GEMARAYA – Kasus petani hilang di Takalar kembali terjadi dan menggegerkan warga. Seorang petani bernama Mesi Dg. Ngerang dilaporkan tidak kembali setelah pergi ke kebun di Dusun Borongkaramasa, Kecamatan Polongbangkeng Timur (Poltim), Kamis (1/5/2026).
Hingga berita ini diturunkan, korban diperkirakan telah hilang lebih dari 12 jam sejak terakhir terlihat di area perkebunan.
Korban diketahui berangkat sejak pagi hari bersama istrinya, Dg. Sannging, untuk melakukan pemupukan tanaman jagung di kebun milik mereka yang berjarak sekitar 10 kilometer dari rumah.
Petani Hilang di Takalar, Kronologi dari Rumah hingga Kebun
Sebelum berangkat, berdasarkan keterangan warga, korban diketahui sempat terlibat cekcok dengan istrinya di rumah. Namun keduanya tetap pergi bersama ke kebun seperti biasa.
Memasuki waktu magrib, Dg. Sannging mulai merasa ada yang tidak beres. Suaminya yang sebelumnya berada di sekitar kebun tiba-tiba tidak lagi terlihat.
Ia sempat mencari sambil memanggil nama korban di sekitar lokasi, namun tidak mendapat jawaban.
Upaya pencarian awal dilakukan dengan menanyakan kepada warga lain di sekitar kebun, tetapi tidak satu pun yang mengetahui keberadaan korban.
Dalam kondisi panik, ia kemudian kembali ke pemukiman untuk melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga.
Babinsa Desa Barugaya, SERDA Nasaruddin, membenarkan adanya laporan petani hilang di Takalar tersebut dan menyatakan dirinya kini berada langsung di lokasi.
“Saya sekarang di lokasi bersama warga untuk melakukan proses pencarian,” ujarnya.
Ia juga mengungkap kondisi terakhir di lokasi kebun.
“Traktor roda dua milik korban masih berada di lokasi. Kami bersama warga terus menyisir area sekitar,” jelasnya. (01/05)
Pencarian tidak hanya difokuskan di kebun, tetapi juga diperluas.
“Sebagian warga juga menyisir rumah-rumah keluarga untuk memastikan kemungkinan korban berada di tempat lain,” tambahnya.
Kehadiran aparat TNI di tengah warga memperkuat upaya pencarian yang terus dilakukan secara intensif.
Salah satu pihak keluarga menyebutkan, informasi hilangnya korban mulai diterima sekitar pukul 20.30 WITA.
Sejak saat itu, warga bersama keluarga langsung bergerak menuju lokasi kebun dan melakukan pencarian hingga malam hari, bahkan berlanjut sampai pagi.
“Sudah dicari sampai pagi, tapi belum ada tanda-tanda,” ujar keluarga korban.
Saat pergi ke kebun, korban diketahui membawa handphone. Namun hingga kini nomor tersebut tidak dapat dihubungi.
Kondisi ini menyulitkan proses pencarian karena tidak ada petunjuk komunikasi yang bisa dilacak.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian petani hilang di Takalar masih terus berlangsung dengan menyisir area kebun, jalur sekitar, hingga rumah-rumah keluarga terdekat.
Warga berharap Mesi Dg. Ngerang segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Peristiwa ini kembali menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat kasus serupa mulai sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir.







