Manajemen Talenta ASN: Strategi Jitu Gowa Perkuat 8 Aspek BKN

Avatar of Gema Raya
Pemkab Gowa Perkuat Manajemen Talenta ASN, Bupati Husniah: Penempatan Pegawai Harus Sesuai Kompetensi
Bupati Gowa, SITTI Husniah Talenrang (tengah)

Gowa, GEMARAYA – Manajemen talenta ASN menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam memperkuat sistem penempatan pegawai berbasis kompetensi. Langkah strategis yang mencakup 8 aspek pembinaan BKN ini kembali ditegaskan saat Pemkab Gowa mengikuti Ekspose Manajemen Talenta di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (7/5/2026)

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan manajemen talenta menjadi instrumen penting dalam memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensi, kapasitas, dan potensi yang dimiliki.

“Pemerintah Kabupaten Gowa terus mendorong pengelolaan ASN yang berbasis kompetensi dan kinerja. Manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk memastikan penempatan pegawai dilakukan secara tepat sehingga organisasi berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan sistem merit dalam pemerintahan bukan hanya sebatas pengisian jabatan, tetapi juga berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Penerapan manajemen Talenta ASN di Kabupaten Gowa

Bupati Husniah menegaskan, Pemkab Gowa ingin membangun budaya kerja yang memberi ruang bagi ASN berprestasi untuk berkembang secara profesional.

“Yang kita bangun adalah budaya kerja yang memberi ruang kepada ASN berprestasi untuk berkembang. Ketika orang ditempatkan sesuai kemampuan dan integritasnya, maka pelayanan publik juga akan semakin optimal,” jelasnya.

Ia menilai penerapan manajemen talenta ASN juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan birokrasi yang lebih terukur dan profesional di lingkungan pemerintahan daerah.

“Kita ingin proses pengembangan karir ASN berjalan lebih objektif dan terencana. Dengan begitu, setiap perangkat daerah memiliki sumber daya manusia yang siap mengisi kebutuhan organisasi di masa yang akan datang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan bahwa penguatan manajemen ASN terus dilakukan melalui pembinaan terukur berbasis standar nasional.

Menurut Prof. Zudan, pada tahun 2026 BKN menargetkan pembinaan terhadap 643 instansi pemerintah dengan fokus pada delapan aspek utama, termasuk manajemen talenta, pengembangan kompetensi, hingga digitalisasi manajemen ASN.

“Kepastian karir harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap norma dan standar manajemen ASN. Karena itu pembinaan dan pengawasan akan terus kami lakukan secara konsisten,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut penerapan talent pool akan membantu pemerintah daerah meningkatkan efektivitas organisasi dan efisiensi birokrasi.

“Manajemen talenta membuat proses pengisian jabatan lebih efisien karena tidak membutuhkan proses lelang yang panjang. Ada efisiensi waktu, anggaran, dan politik,” katanya.

Kegiatan ekspose tersebut diikuti oleh 11 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan menjadi momentum penting karena Sulawesi Selatan tercatat sebagai provinsi pertama yang melaksanakan ekspose manajemen talenta di luar kantor pusat.