Gempa Susulan Flores M7,7 Capai 9.488 Kejadian, 35 di Antaranya di Atas M5

Avatar of Gema Raya
file 00000000cf5c82078efe42975a2452cf

GEMARAYA, Takalar – Aktivitas gempa bumi susulan pascagempa utama M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlangsung. Hingga Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 9.488 gempa bumi susulan.

Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat M6,2, sedangkan yang terkecil M1,0. Sebanyak 35 gempa susulan memiliki magnitudo di atas M5,0, sementara 154 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Data tersebut merupakan pembaruan aktivitas gempa susulan pascagempa utama Flores M7,7 hingga pukul 17.00 WIB.

Gempa utama berkekuatan M7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas tektonik pada Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Belakang Busur Flores, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Rangkaian gempa susulan menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Sebelumnya, BMKG mencatat 2.768 gempa susulan hingga 19 Agustus 2026, kemudian meningkat menjadi 4.258 kejadian hingga 21 Agustus 2026. Pada saat itu, BMKG mencatat 31 gempa dengan magnitudo di atas M5,0 dan 118 gempa dirasakan masyarakat.

Pada 26 Agustus 2026 pukul 21.30 WIB, jumlah aktivitas gempa susulan yang dipantau BMKG telah mencapai 7.914 kejadian, dengan magnitudo terbesar M6,2.

Dengan pembaruan hingga 29 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, jumlah gempa susulan telah mencapai 9.488 kejadian.

Rincian Gempa Susulan Flores M7,7

– Total gempa susulan: 9.488 kejadian

-Magnitudo terbesar: M6,2

– Magnitudo terkecil: M1,0

– Magnitudo di atas M5,0: 35 kejadian

– Gempa susulan dirasakan: 154 kejadian

BMKG sebelumnya memperkirakan rangkaian gempa susulan pascagempa utama dapat terus berlangsung selama sekitar 3-4 minggu.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi BMKG.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.